Senin, 21 April 2014

SPEEDOMETER TESTER (ALAT UJI SPEEDOMETER)


Latar belakang pentingnya speedometer pada kendaraan adalah factor keamanan, karena pengemudi yang baik selalu memperhatikan perbandingan kecepatan kendaraan yang dikendarainya dengan kondisi jalan atau medan yang dilalui. Alat bantu pengemudi untuk itu adalah speedometer kendaraan, dengan speedometer yang baik dan benar maka pengemudi akan bias memperhitungkan kecepatan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Bila speedometer yang ada di kendaraan tidak dapat memberikan data yang akurat tentang kecepatan kendaraan yang sedang melaju, maka pengemudi akan sukar mengambil keputusan yang tepat.
Pengujian speedometer dipergunakan untuk memeriksa keadaan atau kondisi dari alat penunjuk kecepatan yang terdapat pada kendaraan bermotor, “ apakah alat penunjuk kecapatan yang ada masih berada dalam kondisi yang diizinkan atau tidak “.

DASAR HUKUM
Dasar hukum pelaksanaan uji speedometer adalah :
a.    KM 63 Tahun 1993, pasal 11 yaitu :
*      Penyimpangan alat penunjuk kecepatan pada kendaraan bermotor ditentukan sebesar – 10 % sampai + 15 %.
*      Penyimpangan sebagaimana diatas diukur pada kecepatan 40 km/jam.
b.    KM 71 Tahun 1993, pasal 12 yaitu :
*      Perlalatan uji lengkap sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) meliputi :
Ø  Alat uji suspensi roda ( pit wheel suspension tester ) dan pemeriksaan teknis bagian bawah kendaraan ;
Ø  Alat uji rem ( brake tester ) ;
Ø  Alat uji lampu utama ( head light tester ) ;
Ø  Alat uji speedometer ( speedometer tester ) ;
Ø  Alat uji emisi gas buang, meliputi alat uji CO, HC dan ketebalan asap ;
Ø  Alat pengukur berat ( axle load meter ) ;
Ø  Alat uji kincup roda depan ( side slip tester ) ;
Ø  Alat pengukur suara ( sound level meter ) ;
Ø  Alat pengukur dimensi ;
Ø  Alat pengukur tekanan udara ;
Ø  Alat uji kaca ;
Ø  Kompresor udara ;
Ø  Generator set ;
Ø  Peralatan bantu.
  1. Persyaratan Pengujian Speedometer.
a.    Bagi alat uji :
*      Alat yang digunakan speedometer tester dengan indicator yang sudah dikalibrasi.
*      Air kompresor dihidupkan (dalam keadaan siap).
*      Blower yang ditempatkan pada posisi depan kendaraan uji.
*      Exhauser (pembuang asap kendaraan) dipasang pada tempatnya.
*      Wheel stopper (ganjal roda) disiapkan.
b.    Bagi kendaraan yang akan diuji :
*      Ukuran ban harus disesuaikan menurut spesifikasi.
*      Tekanan ban harus disesuaikan menurut spesifikasi.

  1. Prosedur Pengujian
a.    Alat sudah di – On kan dan tekan tombol hingga platform turun kebawah roller.
b.    Pengujian speedometer kendaraan dilakukan dalam keadaan berat kosong hanya dengan 1 orang pengemudi.
c.    Tempatkan roda kendaraan yang menggerakkan speedometer pada rol speedometer tester.
d.    Pasang exhaust pada saluran gas buang.
e.    Pasang wheel stopper pada roda kendaraan yang berada pada luar roller.
f.     Operasikan kendaraan hingga indicator kecepatan 40 km/jam, catat kecepatan kendaraan pada speedometernya.


 

SAFETY YESS!!!
ACCIDENT???? NOOOOOOOOOO!!!!!!
UTAMAKAN SELAMAT DALAM BERKENDARA :)



Rabu, 16 April 2014

Pengambilan Keputusan





1.       DEFINISI KEPUTUSAN

a)      Menurut Ralp C. Davis,
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yg dihadapinya dengan tegas.  Suatu keputusan merupakan jawaban yg pasti terhadap suatu pertanyaan.  Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yg dibicarakan dalam hubungan dengan perencanaan.  Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yg sangat menyimpang dari rencana semula
b)      Menurut Marry Follet,
Keputusan adalah suatu atau sebagai hukum situasi.
Apabila semua fakta dan situasi itu dapat diperolehnya dan semua yg terlibat, baik pengawas maupun pelaksana mau mentaati hukumnya atau ketentuannya, maka tidak sama dgn mentaati perintah. Wewenang tinggal dijalankan, tetapi itu merupakan wewenang dari hukum situasi.
c)       Menurut James A.F. Stoner,
Keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif. 
Pengertian ini mengandung 3 makna :
v  Ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan.
v   Ada beberapa alternatif yg harus dan dipilih  salah satu yg terbaik.
v  Ada tujuan yg ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut.
d)      Menurut Prof. Dr. Pramudji Atmosudirjo, SH,
Keputusan adalah suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah atau problema untuk menjawab pertanyaan apa yg harus diperbuat guna mengatasi masalah tsb dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.
Keputusan merupakan suatu pe-mecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternative.

Secara umum, Keputusan dapat didefinisikan yaitu suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya.
Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah. keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya.

DEFINISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a)      Menurut George R. Terry.
                Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
b)      Menurut S.P. Siagian.
                Pengambilan keputusan adalah pendekatan yang sistematik terhadap hakekat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
c)       Menurut James A.F. Stoner.
                Pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

d)      Menurut Kadarsah Suryadi.
                Pengambilan keputusan adalah bentuk pemilih-an dari berbagai alternatif tindakan yg mungkin dipilih yang prosesnya melalui mekanisme ter-tentu, dengan harapan akan menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik.
e)      Menurut Churchman
        Pengambilan keputusan adalah aktivitas manajemen berupa pilihan tindakan dari sekumpulan alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya untuk memecahkan suatu masalah atau suatu konflik dalam manajemen.

Secara umum, Pengambilan Keputusan dapat didefinisikan yaitu aktivitas manajemen yang merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalahan.

Ø  PENGAMBILAN KEPUTUSAN DARI PERSPEKTIF KOGNITIF
Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai suatu proses berkelanjutan yang berinteraksi atau dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya.
Ø  PENGAMBILAN KEPUTUSAN DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI
Keputusan yang diambil oleh seseorang akan senantiasa menyangkut, kebutuhan-kebutuhan, selera atau preferensi yang ia miliki dan nilai-nilai (values) yang ia cari.
Ø  PENGAMBILAN KEPUTUSAN DARI PERSPEKTIF NORMATIF
Analisa terhadap keputusan seseorang terkait dengan logika yang dipakai dalam membuat keputusan dan keterbatasan pilihan yang tersedia.

FUNGSI KEPUTUSAN
Keputusan merupakan pangkal/permulaan dari aktivitas manusia yang sadar dan terarah, baik secara individu maupun kelompok, secara institusionil atau organisasionil.
SIFAT KEPUTUSAN
FUTURISTIK :
·         Mengenai hari kemudian
·         Effeknya akan berlangsung di hari berikutnya yang berketidakpastian (uncertainties)
PERORANGAN (menurut pribadi).
AKTIF
·         Desisi-desisi yg secara sesadar-sadarnya diambil dengan akibat-akibatnya yg diperhitungkan degan semasak-masaknya
PASIF
·         Hidup pasif pada tingkatan yang paling rendah adalah hidup bagaikan ternak, hidup mengekor yang digiring ke sana ke mari, tanpa sadar apa yang akan dituju
·         Hidup pasif terhormat adl hidup sadar dan berpikir tetapi terbatas pada hitungan pragmatis (hitungan jangka pendek) dengan mengikuti irama tradisi, rutin, tanpa prakarsaan.

TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
-          Tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain).
-          Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif).

UNSUR-UNSUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
§  Tujuan dan pengambilan keputusan
§  Identifikasi alternatif-alternatif, keputusan untuk pemecahan masalah
§  Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui,
§  Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil

DASAR-DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
George R. Terry, menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku :
ü  Intuisi
ü  Pengalaman
ü  Fakta
ü  Wewenang
ü  Rasional
John D.Miller, menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan :
ü  Pria dan Wanita,
ü  Peranan Pengambilan Keputusan,
ü  Keterbatasan kemampuan

KELOMPOK KEPUTUSAN
Kelompok Keputusan berdasarkan program :
1.       Pengambilan keputusan terprogram;
2.       Pengambilan keputusan tidak terprogram.
Kelompok keputusan Berdasar lingkungan,
1. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Pasti;
2. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Beresiko;
3. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi tidak pasti;
4. Pengambilan Keputusan dalam kondisi Konflik.

TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a.       Teori  Utilitarisme :
Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan ketidaksenangan.
b.      Teori Deontology :  
Menurut Immanuel Kant : sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik.
Contoh bila berjanji ditepati, bila pinjam harus dikembalikan.
c.       Teori Hedonisme :
Menurut Aristippos , sesuai kodratnya, setiap  manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan.

d.      Teori Eudemonisme :
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles , bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita.


-SEMOGA BERMANFAAT-

Selasa, 15 April 2014

Head Treatment





Head Treatment

Head Treatment adalah Proses memanaskan dan mendinginkan suatu bahan untuk mendapatkan perubahan fasa (struktur) guna meningkatkan kemampuan bahan tersebut sehingga bertambah daya guna teknik dari bahan tersebut.
Tujuan Head Treatment adalah Untuk mencapai struktur dan sifat mekanis yang dikehendaki dari bahan tersebut, seperti :
  1. Mengeraskan
  2. Melunakan
  3. Menghilangkan tegangan sisa
  4. Menaikan  ketangguhan
  5. Dll
Berikut beberapa proses head treatment dan kegunaannya :
a)      Annealing
Memanaskan suatu bahan hingga diatas suhu transformasi (723 C) kemudian didinginkan dengan perlahan-lahan.
Tujuannya adalah untuk melunakan bahan.
b)      Stress Reliveing
Yaitu proses menghilangkan tegangan sisa dari suatu bahan dengan memanaskan kemudian ditahan beberapa waktu lalu dilakukan dengan pendinginan perlahan-lahan.
Tujuannya adalah untuk menghilangkan tegangan sisa selama proses fabrikasi.
c)       Hardening
Memanaskan suatu bahan hingga diatas suhu transformasi (723 C) kemudian didinginkan secara cepat, melalui media pendingin seperti air, oli atau media pendingin lainnya
Tujuannya adalah untuk mengeraskan bahan.
d)      Aging (Precipitation Hardening)
Proses pemanasan kembali bahan yang telah dikeraskan, Suhu pemanasannya relatif rendah yaitu dibawah suhu transformasi eutektoid.
Tujuannya adalah untuk mengurangi kekerasan bahan sehingga keuletan (ketangguhan) bahan tersebut dapat naik.


Berikut beberapa contoh Head Treatment Profile untuk Product Seals :

1.       Sec 15.0



 











2.       Sec 10.0



 






3.       Sec 11.0